Wednesday, September 7, 2011



Bismillaahirrhamaanirrahiim..


     Kita manusia, ada dosa. Dan kerap kali, walau tahu sesuatu perkara itu dosa, tetap juga kita mengulanginya.

     Dan kita kembali bertaubat. Sedar akan kebodohan diri mengulangi kesilapan yang sama. Menangis dan berazam untuk meninggalkannya. Teori, boleh la kata.

      Sekali lagi, kita manusia. Mana ada manusia ibarat malaikat, yang zero kesilapannya. Walau lepas bertaubat yang penuh syahdu, kadang kita mengulangi juga kesilapan yang sama. Aduh. Pedih. Pedih mengingati dosa yang berulang-ulang. Betulkah diampuni Allah?

      Kemudian kita merintih dalam doa:


     What is happening to me O Allah?



     Bingung. Bingung kerana mengapa diri ini masih melakukan dosa walau taubat berkali-kali, walau sedar hakikat siksaan di kubur. Dan hati yang bingung ini mengharapkan wujudnya sebuah telefon untuk menghubungi Allah secara terus, dan begitu juga jawapan dariNya:


     What is happening to me O Allah?

      Apa dah jadi dengan aku ya Allah? Kenapa hati ini keras ya Allah? Di manakah kecacatan pada diriku ya Allah? Di mana silapnya aku ya Allah? Sehinggakan aku kerap kali mengulangi dosa yang sama?



      Ya Allah, tunjukilah cahayaMu yang tiada pernah padam!



     Ya, bila bingung, kita mahu solusinya. Dan solusiNya, jawapanNya dan petunjukNya, semuanya ada dalam Al-Quran, cahaya dari Allah yang tiada pernah padam.

      Mungkin ramai di kalangan pembaca mengatakan aku berteori semata. Berteori tentang segala jawapan kepada permasalahan hati ada dalam Quran. Kalau sebegitu, anda (harapnya) memahami perasaan Ummu Aiman:



Ketika Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam  wafat, Abu Bakar berkata kepada Umar, “Pergilah bersama kami menemui Ummu Aiman, kita akan mengunjunginya sebagaimana Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam  telah mengunjunginya.” Tatkala mereka sampai di rumah Ummu Aiman, ternyata ia sedang menangis, keduanya berkata, “Apa yang membuat Anda menangis? Bukankah apa yang di sisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya?”

Ummu Aiman menjawab, “Bukanlah saya menangis karena tidak tahu bahwa apa yang disisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya, hanya saja saya menangis karena telah terputusnya wahyu dari langit.” Hal itu membuat Abu Bakar dan Umar menangis, sehingga keduanya menangis bersama Ummu Aiman.


     Buat mereka yang buntu dan merasakan teori yang tidak amali, hayatilah doa ini, khas dilantukan oleh al-marhum Ustadz Rahmat ketika Deklarasi Partai Keadilan 1998:

  


Ya Allah, wahai yang memudahkan segala yang sukar

Wahai yang menyambung segala yang patah

Wahai yang menemani semua yang tersendiri 

Wahai pengaman segala yang takut 

Wahai penguat segala yang lemah 

Mudah bagimu memudahkan segala yang susah 

Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran 

Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak 

Engkau Maha Tahu dan melihatnya 



Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu

Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu

Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur

Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus

Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami

Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami

Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami

Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara

Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami



Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang
menenggelamkan dunia


Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang
marak menyala


Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan
laut yang mengancam nyawa


Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan
oleh kafir durjana


Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu
wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik
khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka


Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam,
dan perut ikan



Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya

Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya

Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara



Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami

Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal

usaha kami sendiri


      Dan kami ini lemah ya Aziz. Kami ini jahil ya Hakim. Kami ini kotor ya Quddus. Maka kuatkan hati kami, pandu kami dan bimbinglah tangan kami supaya kami punya keyakinan, keutuhan dan kecekalan untuk menjauhi kebatilan. [IncheGabbana]

      Ameen ya robbul ‘aalamiin.

Posted by Posted by zabed at 2:14 PM
Categories:

 

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
>