Sunday, January 16, 2011


Bismillaahirrahmaanirrahim

     Terus-terang cakap, minggu exam ni betul-betul terasa stress. Masalah selalu sangat timbul time betul-betul tengah desperate. Setiap hari, breakfast & lunch makan biskut sapu dengan mayonis, malam makan nasi bujang (simbolik sahaja). Masalah betul-betul timbul, mula-mula dari amwaalahum (harta), kemudian, secara perlahan-lahan, anfusahum (jiwa). Allah...betul-betul aku ni hambaMu yang lemah.

     Kemudian, Allah memberi hidayah melalui satu hadith, yang memberi petunjuk kepada jalan keluar kepada kesedihan:




     Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam berkirim surat kepada Mu'adz ra. dalam rangka bertakziyah atas kematian putranya,


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam kepada Mu'adz bin Jabal:


Salaamun 'alaik, aku panjatkan puji kepada Allah untukmu yang tiada ilah melainkan Dia. Amma ba'du, semoga Allah melipatgandakan pahala untukmu, mengilhamkan kesabaran kepadamu, dan memberi rezeki rasa syukur kepada kami dan kamu.

Sesungguhnya jiwa, harta, keluarga, dan anak-anak kita adalah bagian dan pemberian Allah Azza wa jalla yang menyenangkan, dan pinjaman yang dititipkan (kepadamu). Kita menikmatinya hingga batas yang telah ditentukan dan



Allah akan mengambilnya



di waktu yang ditentukan pula. Kemudian Allah mewajibkan kepada kita bersyukur jika diberi ujian.

Anakmu adalah bagian dari karunia Allah yang menyenangkan dan pinjaman-Nya dititipkan. Semoga dengannya Allah menghiasmu dengan kegembiraan dan suka cita, dan semoga Allah mengambilnya darimu dengan pahala yang banyak, (yakni) keselamatan, rahmat, petunjuk, jika kamu memang mengharap pahala-Nya.

Kerana itu, bersabarlah, jangan sampai keluh kesahmu menghapus pahalamu, hingga kamu menyesal. Ketahuilah, keluh kesah itu tidak mengembalikan apa-apa dan tidak mengusir kesedihan. Dan, apa yang diputuskan pasti akan terjadi.

As-salaamu 'alaikum."

[h.r. Hakim dan Ibnu Mardawaih]



     Allahuakbar. Lembut lutut aku baca hadith ni. Sayu je hati aku bila baca hadith ni. Bagaimana, atau cuba kita bayangkan kita berada di tempat Mu'adz bin Jabal, kemudian menerima sepucuk surat di atas yang dikirim dari baginda Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam. Allahuakbar. Sayunya hati, hanya Allah sahaja yang tahu.


"Kita menikmati sehingga batas yang telah ditentukan, dan Allah akan mengambilnya"


      Kita milik Allah, betul? Teliti perkataan Allah akan mengambilnya sedalam mungkin, kemudian cuba relate dengan ayat ni (yang di-gariskan, di-besarkan):




(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: "Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah



kami kembali



[Al-Baqarah (2): 156]



     Allah akan mengambilnya, kepada Allah jualah kami kembali. In the end, dan sebagai konklusi, kembalilah kepada Allah, itulah jalan keluar kepada kesedihan.

Wallahu'alam bis sowab




Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi, jika kamu orang-orang yang beriman
[3:139]

Posted by Posted by zabed at 2:46 AM
Categories:

 

4 comments:

Anonymous said...

dear zaid... ur effort + tawakkal (doa) both are the tools for success. you must believe in both. all d bes 4 ur xm.

asyifa

Raihan Mohamed Isa said...

yeahh..
betul tu..
kalau Allah uji tu maknanya Allah sayang..

Nadia Adam said...

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (94:6).

InsyaAllah :)

Zaid Harithah Mohd Badry said...

jzk khair for sharing

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
>